Screen Shot 2016-05-25 at 9.08.15 pm.png

Saat mendengar kata “Paradise”, hal apa yang pertama kali lewat di pikiran anda? Taman Eden? Sorga? atau Langit dan Bumi yang baru? Di dalam seminar yang berjudul “Paradise: Lost and Regained”, Vic. Johanis Putratama Kamuri membahas tentang ketiga arti paradise tersebut.

Di Taman Eden, Allah yang tidak terjangkau (transcendent) mau turun untuk berelasi dengan manusia karena kasih. Manusia, yang diciptakan dengan tujuan menyatakan kemuliaan Allah, membutuhkan relasi yang intim dengan Allah. Maka Taman Eden merupakan tempat yang sangat baik, penuh dengan sukacita karena manusia bisa menikmati persekutuan dengan Allah secara khusus. Sayangnya semenjak manusia jatuh dalam dosa, hilanglah akses ke taman Eden sehingga persekutuan dengan Allah, rasa damai dan sukacita pun hilang dari kehidupan manusia berdosa.

Namun, Tuhan memberikan pengharapan bagi umat pilihan-Nya dalam bentuk Langit dan Bumi yang baru, dimana terjadi restorasi melalui penghangusan unsur dunia sehingga manusia kembali bisa menikmati persekutuan yang intim dengan Allah.

Melalui seminar ini, jemaat juga diajak untuk merefleksikan sebarapa dekat relasi kita dengan Tuhan. Apakah setiap hari kita menikmati persekutuan dengan Allah? Jika berdoa selama 5 menit saja sudah menjadi beban, bagaimana nanti saat kita bersekutu kembali dengan Bapa di Sorga? Kiranya Firman Tuhan yang disampaikan lewat seminar ini dapat menguatkan kita semua.

Soli Deo Gloria.

Advertisements